Ramos: Madrid Dilarang Panik

Cmibet.com – Los Blancos kandas di Copa del Rey. Mereka hanya mampu tampil hingga perempat final selepas kalah agregat 3-4 dari Celta Vigo.

Kesalahan dibuat Real Madrid di perjumpaan pertama. Mereka tumbang di markas sendiri, Santiago Bernabeu, walau dengan skor tipis 1-2.

Sialnya, berkeinginan dapat balik unggul di leg kedua, Madrid malah hanya sanggup bermain imbang 2-2 dengan Celta. Hasilnya, mereka pun terdepak serta mimpi untuk merengkuh treble winners musim ini resmi pupus.

Ini menjadi miris, pasalnya sebelumnya Madrid sempat larutdalam sebuah hegemoni. Mereka bermain luar biasa sampai akhirnya berhasil mencatat rekor tidak terkalahkan dalam 40 laga.

“Kenyataannya, tim sudah mengerahkan segala yang dipunya untuk dapat balik unggul. Ini benar-benar hari yang buruk bagi kami,” ujar kapten Sergio Ramos.

Dalih Madrid
Tidak terbendung semenjak awal musim, tapi belakangan Madrid sebagaimana ‘kehabisan bensin’. Mereka tak lagi dapat tancap gas, berkaca kepada hasil buruk yang di raih.

Tercatat, dalam lima laga pamungkas, baru sekali menang serta dua kali tumbang. Ada sejumlah faktor yang diduga menjadi penyebab keadaan tersebut, mulai dari badai cedera yang menghantam sampai jadwal pada yang harus dilakoni.

Nama-nama sebagaimana Gareth Bale, James Rodriguez, Pepe Dani Carvajal serta Raphael Varane harus parkir di kamar perawatan dalam beberapa laga pamungkas. Sedangkan perubahan taktik yang dilakukan manager Zinedine Zidane untuk menambal celah gagal berjalan dengan baik.

Sebagai jawara Eropa, jadwal Madrid juga menjadi lebih padat. Pada Desember 2016 mereka harus tampil di ajang Piala Dunia Klub di Jepang. Keadaan yang diperkirakan menjadikan Merengues kesulitan ‘mengambil napas’ maka sekarang mereka tersengal-sengal.

Untuk Zidane, ia ogah terlalu banyak berdalih atas kegagalan itu. Eks punggawa Timnas Prancis tersebut juga tak mau menyalahkan siapapun.

“Kami telah melakukan semuanya. Yang menyakitkan ialah kami kalah walau telah bermain bagus. Pesepakbola aku tak layak meraih hasil sebagaimana ini,” ujar Zidane.

“Kami menyalahkan diri sendiri, meski sejatinya tak ada yang pantas disalahkan,” paparnya.

Membawa Berkah
Tersingkirnya Madrid dari pentas Copa del Rey tak seluruhnya dimaknai negatif. Mereka memang telah dipastikan gagal mendapatkan treble, namun di lain sisi kini jawara bertahan Liga Champions tersebut bakalan lebih fokus kepada trofi yang masih mungkin mereka dapatkan.

Selepas laga Zidane berujar, ada hal besar lain yang dibidik Madrid selepas ini. Ia juga percaya bahwa asa untuk meraihnya sekarang tetap terbuka luas.

“Saya yang bertanggung jawab di tim ini. Kami dapat ada bakal berjuang di dua ajang tersisa (Liga Spanyol serta Liga Champions,” papar Zidane.

“Kami tak boleh panik. Bila dapat mempertahankan penampilan, aku percata Madrid bakal mencapai hal yang lebih besar ke depan,” paparnya lagi.

Ucapan Zidane pun didukung oleh sebuah fakta serta fenomena. Pada era awal Carlo Ancelotti di 2014, Madrid juga tampil sebagaimana kini.

Mereka menggila di awal musim. Ketika itu Madrid mampu mencatat rekor 30 laga tidak terkalahkan. Sayangnya, memasuki paruh kedua ajang, mereka mulai kendor sampai akhirnya tercecer dari sang jawara Atletico Madrid serta Barca di kancah Liga Spanyol.

Namun di balik itu tanpa disangka, Madrid yang telah pasrah dengan nasibnya di Liga Spanyol, justru berhasil di pentas dua ajang lain. Dua gelar diborong Madrid, Liga Champions untuk melengkapi La Decima, serta menjuarai Copa del Rey.

Yang jadi pertanyaan kini, apakah Madrid bakal mampu mengulangi fenomena serupa? Kita tunggu saja jawabannya di akhir musim.

Related posts