Leicester Terlalu Bergantung Pada Mahrez

Cmibet.com – Pelatih Leicester City, Claudio Ranieri, menyatakan bahwa timnya kini terlalu tergantung pada sosok Riyad Mahrez dalam bermain. Apesnya, taktik itu telah dapat dibaca dengan baik oleh lawan yang pada akhirnya berimbas terhadap macetnya penampilan Leicester serta itu semua dapat dilihat dari posisi mereka kini di klasemen Premier League.

Tidak disangkal lagi bahwa Mahrez menjadi bintang utama Leicester semenjak musim lalu bersama Jamie Vardy. Kesuksesan menjadi jawara Premier League musim lalu pun juga tidak lepas dari andil besar keduanya dalam hal sumbangan gol. Sekarang, para lawan Leicester menaruh perhatian yang ekstra besar pada keduanya serta apesnya hal itu tak dapat di back-up oleh pasukan didikan Ranieri yang lainnya.

Khususnya Mahrez yang memang menjadi kunci permainan Leicester. Seringkali pesepakbola asal Aljazair itu mencoba mengkreasi serangan serta menjadi tumpuan utama tim dalam menggedor pertahanan lawan. Musim ini, kontribusi Mahrez menurun drastis karena para pesepakbola lawan telah mampu mengisolasi dirinya serta itu juga buktinya bahwa Mahrez sejauh ini baru mengemas dua gol yang semuanya berasal dari titik penalti.

“Tentu saja kami harus melakukan sesuatu, mempelajari sesuatu, karena para lawan kami telah paham bagaimana kami bermain. Kami tak dapat terus menerus mengandalkan Riyad serta memberinya tanggung jawab besar di lapangan. Kalian dapat lihat sendiri dimana setiap kali Riyad meraih bola, dia selalu berupaya melakukan hal yang spesial. Namun setiap kali dia membawa bola, ada tiga pesepakbola lawan yang langsung mengurungnya,” terang Ranieri.
“Aku coba katakan padanya untuk bermain simpel, namun terkadang dia mengambil tanggung jawab besar atau melakukan sesuatu yang lebih karena dia sadar bahwa dia ialah andalan kami. Dia tak bermain buruk musim ini karena di Liga Champions dia masih dapat bermain bagus.”

Mau tidak mau, Leicester memang harus segera bangkit secepatnya. Posisi mereka kini memang tak bagus bagi tim yang berstatus sebagai jawara bertahan serta oleh karenanya Ranieri harus menemukan satu formula baru untuk ‘menyelamatkan’ timnya.

Related posts