Imbang Lawan MU, Leicester Terdepak dari Klasemen Puncak

Imbang Lawan MU, Leicester Terdepak dari Klasemen Puncak

Perang seru terjadi babak pertama pertandingan antara Leicester City vs Man Utd, Hari Minggu dini hari, tgl 29 November 2015. Tercatat kedua tim saling berbalas gol, yang disertai pemecahan rekor oleh Jamie Vardy dengan golnya di menit 24.

Tapi skor 1-1 yang terjadi pada babak pertama, bertahan sampai akhir laga. Tak ada gol tercipta di babak kedua, meski laga berjalan cukup menegangkan serta kedua tim memperoleh banyak peluang bagus.

Bastian Schweinsteiger hampir mencetak gol kedua pada menit 49. Namun sundulannya bisa ditangkap dengan baik oleh Kasper Schmeichel. Enam menit selanjutnya gantian Riyad Mahrez yang mengancam gawang David de Gea.

Chris Smalling harus bekerja keras selama babak kedua. Christian Fuchs berhasil memberikan umpan terobosan, yang hampir bisa dicapai oleh Jamie Vardy di menit 57. Mahrez kembali membangun serangan pada menit 66.

Ia membawa bola dari sisi kanan serta menusuk ke tengah, lalu memberikan umpan ke arah Leonardo Ulloa, yang tinggal berhadapan dengan De Gea. Sayang tembakan bomber asal Argentina itu Perihal kaki De Gea.

Wayne Rooney yang kembali bermain buruk, ditarik keluar pada menit 68 serta digantikan Memphis Depay. Tapi pergantian tak bisa memompa agresivitas Manchester United. Leicester tetap memegang kendali serangan.

Fuchs melepaskan umpan ke tengah, yang hampir digapai Vardy pada menit 69. Defender kiri asal Austria itu kembali mengancam pertahanan Manchester United di menit 73, mengirim bola pada Ulloa yang sekali lagi gagal memanfaatkan kesempatan.

Manchester United kembali mengontrol penguasaan bola, 25 menit menjelang berakhirnya laga. Mereka mencoba meredam kecepatan para pesepakbola Leicester dalam melakukan serangan balik, dengan mempertahankan penguasaan bola.

Kubu Louis van Gaal mulai mengurung pertahanan City, 10 menit sebelum peluit berbunyi. Para pesepakbola Leicester juga tampak cukup puas, dengan hanya menahan imbang Man Utd serta terus bertahan.

Stiker Leicester City Jamie Vardy mencetak rekor di liga Inggris, selepas menjebol gawang Man Utd di menit 24. Ia sekarang menyamai rekor bintang Blackpool Stan Mortensen, dengan mencetak gol dalam 11 laga beruntun.

Kasper Schmeichel memberikan operan pada Christian Fuchs, yang menyusur winger kanan. Vardy yang lepas dari kawalan Young serta Darmian, sukses menerima operan matang dari Fuchs serta menjebol gawang David de Gea di menit 24.

Bastian Schweinsteiger mencetak gol balasan, sebelum babak pertama berakhir. Untuk sedangkan skor imbang 1-1. Man Utd tampak berupaya mendominasi penguasaan bola, semenjak menit pertama laga di King Power Stadium.

Namun para pesepakbola Leicester yang kini berada di puncak klasemen, justru lebih tampak percaya diri dalam menghadapi setiap serangan Manchester United. Legenda Manchester United Gary Neville yang menjadi komentator laga untuk Sky, terdengar menghela napas kecewa.

Ia mengatakan Manchester United terlalu kerap memperoleh ancaman dari serangan balik, sebagaimana yang terjadi pada gol Vardy. Wayne Rooney kembali jauh dari penampilan impresif. Striker baru Manchester United berumur 19 tahun, Anthony Martial yang sempat menjadi asa besar.

Namun striker muda Prancis itu juga tak dapat memperlihatkan ketajaman dalam kotak penalti Leicester City sepanjang babak pertama. Sedangkan kerjasama pemain tengah Leicester City Riyadh Mahrez dengan Vardy, berkali-kali mengancam keselamatan gawang David de Gea.

Vardy baru menyamai rekor Ruud van Nistelrooy, ketika mencetak gol dalam 10 laga berturut-turut, ketika Leicester menang 3-0 atas Newcastle akhir pekan lalu. Tapi pencapaiannya masih dianggap belum sempurna, karena tak dibuat melawan tim-tim besar.

Golnya ke gawang Man Utd pun menjadi jawaban. Meski banyak dikritik karena tampil membosankan, dianggap meninggalkan permainan menyerang, tapi Manchester United adalah tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit musim ini.

Gawang Manchester United yang ada pada peringkat dua dengan 27 poin, hanya kemasukan sembilan gol dari 13 laga. Maka menjebol gawang Manchester United, akan menjadi keberhasilan luar biasa bagi Vardy, yang oleh Louis van Gaal dijuluki sebagai pesepakbola yang sangat nakal.

Related posts